Life is wonderfull

Just another Blogdetik.com weblog

Saat Kerinduan Menjelang (2)

Sebulan telah berlalu usia pernikahan kami, semua begitu indah dan menarik. Selalu ada saja hal - hal baru bagi kita berdua di dalam menjalani hidup. Sejak berada di Thailand hingga sampai di Indonesia, kami menikmati keindahan tersebut bersama. Penggabungan kultur (akulturasi) antara Malaysia dan Indonesia membuat hidup kami menjadi bermakna. Terkadang sedih dan senang, dalam pergaulan seharu-hari apalagi jika saat terlibat permbicaraan serius yang terkadang dapat menimbulkan tawa karena adanya perbedaan arti bahasa.

Tidak terasa bulan ke empat kami bersama, sedikit demi sedikit permasalahan bermunculan baik dari segi kualitas masalah ataupun kuantitasnya. Namun kami berusaha menyikapinya dengan sabar. Memang tidaklah mudah untuk membangun pengertian di antara dua individu yang sudah terlibat dalam hubungan suami istri tanpa melalui proses pacaran. Namun ini lah menariknya, sekali kita dapat mempertahankan hubungan ini justru dia akan abadi karena telah bersama mengenal watak dan sikap masing-masing.

Masalah yang umum terjadi adalah masa lalu yang hadir seakan tidak disengaja dalam kehidupan berumah tangga. Tanpa rasa cinta yang kuat badai ini akan menyapu semua kenangan indah tersbut, namun oleh karena kami saling sangat mencintai sehingga wajar timbul saling kecemburuan satu dengan yang lainnya. Walaupun demikian semua telah dapat di atasi.

Hanya satu masalah yang masih terasa susah di atasi yaitu status perkawinan kami yang oleh kedua negeara masih belum disyahkan, namun di Thailand, untuk dokumen pernikahan kami itu sudah syah. Sehingga akhirnya kami masih harus berpisah untuk sementara karena peraturan Imigrasi masing-masing negara yang berlaku. Baik Malaysia mauun Indonesia, memberlakukan VISA tinggal mengikuti Istri atau Suami haruslah dilengkapi dengan dokumen yang syah dari pejabat negara, namun sayangnya pernikahan kami saat lalu itu belum ada menyertainya. Akhirnya kami memilih jalan untuk saling terpisah dan berjumpa begitu selalu hingga sekaran ini.

Kemudian perjuangan ini masih belum selesai. Istri saya pada saat ingin ke Indonesia, ia telah mengajukan VISA kunjungan dengan masa berlaku 60 hari. Oleh ketidak tahuannya dengan adanya stamp 90 hari maka saya pun membiarkan ia tinggal hingga 90 hari. Hal yang sebenarnya adalah ia hanya boleh tinggal 60 hari. Akhirnya saat ia harus pulang kembali ke Malaysia pihak Imigrasi RI di Jakarta menyatakan bahwa ia telah overstay selama hampir 30 hari.

“OMG… How come” pekik saya

Saya harus merogok kocek saya sebesar 6juta untuk membayar overstay tersebut. Parahnya lagi adalah ia kena punishment oleh Imigrasi Malaysia tidak boleh masuk ke Indonesia. Akhirnya keadaanlah yang harus memisahkan kami sejenak.

TO BE CONTINUED

Saat Kerinduan Menjelang (1)

Kehadiran akan suatu hal indah adalah dambaan setiap insan manusia. Di awali perjalananku yang panjang dalam menggapai keindahan diwarnai suka dan duka.

Aku mahasiswa S2 pada salah satu Universitas terkenal di bagian Thailand selatan. Sekarang, aku menetap di salah satu kawasan ramai di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Semua ini diawali sejak aku menjalani studi S2 di Thailand untuk kurun waktu 18 bulan sejak bulan Oktober 2007.  Masa cepat berlalu, di usiaku yang ke 32 tahun aku berdoa pada Allah agar diberikan jodoh yang tepat untuk ku. Lelah sudah aku menjalani hubungan asmara yang berujung di penderitaan. Semakin aku mencari semakin jauh rasanya aku mendapatkannya. Selam penantian dalam mencari seorang istri idaman telah banyak kegagalan yang aku alami walaupun sedikitnya dua orang wanita yang telah sempat mengisi hatiku sebelum akhirnya aku menemukan keindahan bersama pujaanku. Untuk menceritakan tentang perjalanan cinta ku bersama dua orang wanita tersebut selalu membuatku sedih dan bersalah. Aku selalu berusaha mencoba setiap wanita yang menjadi kekasihku. Namun ternyata semua tidaklah seiindah yang aku bayangkan. Lebih baik aku kubur saja cerita mantan kekasihku.

Akhirnya Allah mengabulkan doaku. Berkat internet melalui salah satu situ jejaring sosial aku dipertemukan dengan salah seorang wanita yang cantik dan baik hati. Sebutlah nama Bunga (samaran), ia sangat disenangi oleh semua kawan-kawannya di dunia maya, karena dia mempunyai banyak waktu yang kosong untuk selalu memeriksa status site nya itu. Tepat tanggal 04 April 2009, aku terhubung pertama kali dengan dia. Saat itu adalah  masa penulisan thesis S2-ku. Kami cukup intens berhubungan baik lewat email maupun chating. Sehari bisa 2 hingga 5 jam kami saling terhubung. Perbincangan kami sangat mengasyikan dan sungguh hidup dan akhirnya kami tiba pada satu komitmen untuk menikah. Waktu begitu cepat, Bunga yang berada di salah satu daerah di Malaysia Timur.

Rencana pertemuan kami pun telah diatur sejak dua bulan perkenalan kami melalui internet. Tepat tanggal 8 Mei 2009, kami berjumpa di Phuket Thailand untuk saling memastikan keberadaan kami masing-masing. Aku sampai detik ini masih teringat sekali betapa indahnya perjumpaan kali pertama itu. Kebetulan kota tempat saya study tidak begitu jauh dengan Phuket yang berjarak 200 km. Perjumpaan itu menjadi sejarah bagi hubungan kami untuk lebih serius.

Keajaiban telah di berikan Allah kepada kami, enam hari setelah perjumpaan kami selanjutnya pernikahan kami dilangsungkan dengan sederhana sekali. Jika aku mengingat cerita si Doel Anak Sekolahm, maka cerita tidak berbeda jauh karena saya mahasiswa yang ingin menikah namun kemampuan finansial yang terbatas tidak menghalangi niat kami untuk menikah. Tepat tanggal 15 Mei 2009, di salah satu Masjid Had Yai Thailand Selatan saya mkenikah dengan seorang muallaf yang sangat cantik dan menawan. Pesta pernikahan itu hanya dihadiri oleh pihak Konsulat RI dan kawan kawan senegara.  Pagi hari itu, saya telah menyewa satu kendaraan umum seperti Bajaj Baijuri untuk membawa pengantin dan undangan menuju mesjid. Di pertengahan jalan satu peristiwa yang sangat mengharukan bagi saya karena secara tiba-tiba satu mobil Merci memeberi tanda iringan bajaj kami untuk berhenti. Betapa terkejutnya saya melihat orang penting dari Konsulat RI di Thailand selatan juga turut mengikuti bajaj kami, dan mereka mempersilahkan kami untuk masuk kedalam mobil tersebut. Allah Maha besar, banyak kemudahan yang saya dapatkan  setelah kesulitan yang  saya pernah hadapi.

Setelah menikah, berita ia telah memeluk agama Islam tidak dapat diterima oleh beberapa keluarganya. Namun saya mencoba menenangkannya bahwa ini adalah keputusan yang kita ambil bersama dan kita siap menanggung semua resiko bersama selama hubungan dengan orang tuanya tidak terputus. Akhirnya semua telah berjalan lancar, saya telah menamatkan study S2 saya di Thailand dan kembali ke Indonesia dengan membawa Ijazah dan ‘Ijabsah’.

TO BE CONTINUED….

Dinamisnya hidup

Bayangkan jika kita hidup tanpa ada senang dan susah, miskin dan kaya, lapar dan kenyang, hidup dan mati. Lalu apa yang bisa kita rasakan jika semuanya hanya ada satu rasa? atau bahkan kita tidak mempunyai rasa? mungkin kita lupa untuk mensyukurinya. Yah ini dinamisnya hidup.

Mohon Maaf lahir dan Bathin

Tiba sudah saatnya dahaga pupus dan takbir berkumandang, alangkah indahnya lebaran berkumpul bersama sanak saudara. Nun jauh disana, terdapat saudara saudara kita yang hanya bisa menikmati lebaran dengan apa adanya. Sangatlah ironis jika kita bersuka ria sementara saudara kita menangis karena ternyata pedih nya perut dan gontainya tu

Menunjuk titik nol

Menuju Titik Nol

“Jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup ini. “
– KH. Abdullah Gymnastiar, pendakwah dan penyanyi

BERITA ini sungguh mengejutkan. Seorang teman mengabarkan ayahnya terserang stroke. Mengejutkan, karena dia seorang dokter, yang tentunya paham dengan kesehatan. Pengalaman dan pengetahuan, dia ngelotok betul soal ‘do and don’t’ dalam segala hal yang terkait soal kesehatan. Lain dari itu, dia memiliki gaya hidup yang sederhana. Namun, apa mau dikata, Pak Dokter ini terserang stroke.

Stroke adalah tersumbatnya aliran darah secara akut alias mendadak, biasanya disebabkan gumpalan darah. Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga, setelah penyakit jantung dan kanker, namun merupakan penyebab kecacatan nomor satu. Awalnya memang penderitanya kebanyakan kaum tua.

Namun belakangan ini, kita sering mendengar penderitanya pun datang dari kalangan muda. Intinya sih, mau tua atau masih muda, kalau sudah terjadi penyumbatan gumpalan darah yang menyebabkan pembuluh sobek atau terjadinya infeksi vaskuler, ya sok atuhlah, stroke pun datang menghampiri.

Penyebab stroke antara lain karena kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, dan kegemukan. Satu pemicu utamanya adalah gaya hidup yang tidak sehat, umumnya penderita tidak mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh. Lama-lama, makanan yang uenak tenan itu malah menjadi biang penyakit. Sret, satu urat tersumbat, stroke pun datang.

Sekarang balik lagi pada kisah Pak Dokter. Semua gaya hidup sudah dijalani. Dia tidak memiliki korek api yang dipakainya untuk merokok. Penyakit pun, no way. Dalam soal makanan pun, ia selalu memilih makanan yang baik dan sehat. Olah raga pun ia lakukan dalam seminggu, walau tidak terlalu rutin.

Lantas apa yang menyebabkan ia terkena stroke? Secara medis tak ditemukan tanda-tanda penyulut penyakit itu. Akhirnya muncul cerita ini. Sang teman menjelaskan sebab musababnya.

Menurutnya, ayahnya sering kali menyimpan berbagai masalah yang ada di dalam hati. Ayahnya sering kali merasa jengkel dan dongkol dalam beberapa masalah, termasuk masalah sepele. Atau ia sering kali merasa sakit hati. Hal itu ia simpan sendiri di dalam hati. Tanpa disadari, perlahan-lahan kebiasaan ini berbuah petaka. Rupanya, inilah yang menyebabkan ayahnya mengalami penyempitan pembuluh darah di otak.

Tidak ikhlas? Mungkin itu kata yang paling tepat. Sebuah keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita, memang seringkali menyebalkan dan sangat mengganggu. Kekalahan atau kegagalan, dan juga kehilangan, merupakan hal yang amat sulit untuk diterima. Akibatnya, kita pun berada dalam keadaan yang tidak stabil antara menerima dan menolak.

Nah, bila menerima, artinya kita ikhlas. Sebaliknya, bila tidak, dia akan bersemayam di dalam hati. Tanpa terasa, dada pun terasa sesak. Itulah yang kita rasakan saat pacar memutuskan hubungan tanpa sebab, dus, malah tahu-tahu menikah dengan orang lain, atau mendapati pasangan berselingkuh, meski semua yang terbaik sudah kita berikan.

Memang, untuk mengikhlaskan semua kekalahan, kegagalan atau kehilangan, bukanlah pekerjaan mudah. Bila dunia ini sepenuhnya dapat ikhlas dalam segala persoalan, pasti tidak pernah akan ada perang yang memakan ribuan atau jutaan korban jiwa. Bila semua orang ikhlas, tentu tidak pernah ada yang namanya ilmu santet.

Riset pun menjelaskan bahwa satu kunci menuju hidup bahagia ialah menjaga hati agar selalu terbebas dari rasa kebencian. Dan, bersihkan pikiran dari segala kekawatiran. Jadi, belajarlah untuk menerima segala sesuatunya dengan hati yang lapang.

Masih sulit? Pergilah ke hutan, berteriaklah di sana. Keluarkan segala kecewa di hati. Takkan ada yang terganggu. Kalau kejauhan, masuklah ke kamar mandi. Lalu tutup pintu. Tapi awas, jangan sampai tetangga tahu-tahu terbangun kaget dikira ada maling beneran atau kucing garong. Atau pergilah berenang, di dalam air, luapkan tangis. Di kubangan air, takkan pernah ada yang menduga bahwa Anda tengah menangis.

Profesor Jeffrey Lohr, dari William Fulbright College of Arts and Sciences, menjelaskan bahwa berteriak memberikan sensasi pengendoran otot yang tegang karena kondisi stres. Sedangkan Dr. William Frey, dari University of Minnesota, menemukan bahwa menangis terbukti dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Karena air mata yang keluar berfungsi melepaskan ketegangan saraf pada tubuh. Asal tentu saja bukan air mata buaya. Itu kalau Anda kesulitan mengeluarkan segala kekecewaan di dalam hati.

Kembali lagi soal ikhlas. Lalu bagaimanakah agar kita bisa sepenuhnya ikhlas? Tanyalah dalam hati. Ikhlas sejatinya kondisi perasaan di dalam hati. Karena itu belajar ikhlas juga berarti belajar melihat dengan hati, mendengar dengan hati, dan tentunya, mengikuti kata hati.

Menurut Erbe Sentanu, penulis buku ’Quantum Ikhlas’, dalam kondisi ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Dalam zona ikhlas, bertebaranlah berbagai energi positif: rasa syukur, sabar, juga termasuk fokus. Kita pun tiba-tiba merasa penuh tenaga. Energi ikhlas ini lalu menyebar ke setiap bagian tubuh.

Erbe Sentanu sendiri mempunyai kisah mengenai keikhlasan. Setelah enam tahun menikah, Erbe divonis dokter mengalami aspermatozoa. Suatu kondisi seseorang tidak akan dapat memiliki keturunan. Awalnya Erbe terkejut, tetapi ia ikhlas. Dalam penyerahan diri kepada Tuhan, Erbe membayangkan suatu hari nanti ia akan dikaruniai buah hati. Hingga suatu hari ia melakukan uji kualitas sperma. ”Tidak mungkin. Dari nol persen spermatozoa menjadi tiga puluh persen dalam tiga minggu? Tidak mungkin!” seru sang dokter terkaget-kaget ketika membaca hasil laboratorium. Kini Erbe memiliki putra bernama Shankara Premaswara.

Pada akhirnya, ikhlas merupakan kata kunci untuk hidup sehat. Untuk menuju kestabilan hati, manusia memang perlu katup pelepas. Berteriak dan menangis merupakan satu jalan keluarnya. Setelah letih, hati dan kepala biasanya akan berkompromi. Mudah-mudahan, keikhlasan untuk melepas kekalahan dan kehilangan, yang akan kita peroleh. Agar hati menjadi netral dan bersih, seperti sebuah speedometer, pada akhirnya, ia kembali ke titik nol. Semoga. (110808)

Sumber: Menuju Titik Nol oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta. Ia dapat dihubungi di  syok at centrin.net.id
__._,_.___

Welcome to my new life

setelah gue ngalami banyak hal tentang bersikap akhirnya gue ngerasa tenang setelah guw mencari sumber masalah yang belakangan ini menyita waktu dan pikiran gue. Simple saja kawan, dalam hidup itu selalu ada sebab, dan setiap sebab pasti ada akibat selanjutnya masalah timbul (kalo segera diatasi) sehingga membuat gelisah hari2 mu. So, trik untuk menagatasi masalah ringan sampai yang berat ternyata gampang (kalo punya pikiran jernih). Berikut tips nya:1. Saat masalah datang menghampiri anda, tenang dan jangan panik2. Teliti dulu apa, bagaimana, dan siapa yang harus mengambil sikap3. Rumuskan masalah tersebut dalam satu skema berantai di atas kertas4. Buat alternatif ‘ya’ dan ‘tidak’ setiap garis keputusan yang anda buat5. Selanjutnya, tentukan keputusan mana yang dapat menyelesaikan masalah dengan tepat dan singkat6. Selalu buat planing cadangan, sehingga waktu dan tenaga bisa di hemat7. Komunikasikan masalah anda dengan sumbernya, gunakan bahasa yang mudah dan tepat pada setiap situasi saat anda bicara 8. Jangan terlalu lama merumuskan masalah sehingga tidak menyebar kemana29.  Terima dengan lapang dada segala hasil yang anda telah ambil dan jangan merasa bersalah jika semua cara sudah ditempuh10. Iringi dengan doa pada Tuhan agar semua pihak yang terlibat dalam masalah bisa lapang dada dalam menerima keputusan tersebut  SELAMAT MENCOBA Sendy 

Berkah lebaran

Lebaran tibapupus sudah dahaga di hari suci ini, seiring putihnya fitrah manusia seperti terlahir kembali. Suka cita terdengar dimana mana menyambut datang takbir berkumandang di sisi fajar. Bahagia senantiasa mengawali hari hari sesudahnya. Namun, adakah kita teringat saudara kita yang datang pada hari suci ini hanya mengurai senyum, selepas kata dan jabat tangan menghiasi pagi menyongsong senja. Merekalah yang berbahagia di segala kesempatan yang terbatas, merekalah yang berjuang untuk merias wajah anaknya akan makna lebaran, merekalah yang harus menggulung lengan baju dan meraih koin emas untuk mengisi dapur yang habis pakai. Sungguh keringatmu adalah bebanku. Melepuh jemari merangkai gulir nasi demi anakmu. Hari bahagia bagimu tepat saat tutur kata dan jabat tangan kerabat, lebih dari itu keringatmu harus diperas untuk hari berikutnya. Sungguh salutku untukmu.sujudku padaMu berkahilah mereka ya Allah. Kuatkanlah kaki tangan mereka untuk menyeka daki setelah gulir nasi dipiringnya.Akhirnya, limpahkan lah rezeki seperti yang kami rasakan didalam hari suciMu, Kuasamu ya Allah pada kaum Mu yang terlupa. Amin ya robbal alamin 

Suasana hati menentukan kreatifitas

Hari ini seperti biasanya kehidupan seorang mahasiswa kujalani, ada satu waktu yang membuat kreatifitasku sangat susah tercipta dan ada satu waktu dimana kreatifitasku sangat mudah terwujud. Suasana hati, satu rangkaian biologis dalam tubuh manusia yang memacu beberapa hormon untuk menggerakkan otot2 agar giat atau malas melakukan sesuatu. Apapun namanya, manusia adalah tetap manusia yang mempunyai perasaan dan hal inilah mengapa hidup itu dinamis. Namun akankah terpikir semua itu dipengaruhi oleh suasana hati? mungkin ini menjadi pertanyaan biasa jika kita tidak jauh memikirkannya, namun coba sekali lagi renungkan, suasana hati yang seperti apa yang dapat membuat hati anda menerima, mengakui dan memutuskan untuk malas atau giat bekerja. Ambil satu contoh, saat masalah keuangan keluarga atau pribadi merupakan faktor yg mempengaruhi suasani hati anda. What money cant buy? banyak yang berpendapat adalah ‘kebahagiaan’ namun disisi lain adakah kita dapat hidup bahagia tanpa uang? sejenak ku termenung, semua yang kita lakukan adalah bermuara pada material, apapun namanya dan siapapun orangnya, pasti bekerja untuk mendapatkan uang, namun sebenarnya mana yang lebih dahulu muncul, antara bekerja untuk bahagia atau bahagia setelah mendapat kerja keras dengan upah yang setimpal? menjawab pertanyaan ini, tergantung pada prinsip masing2 terhadap bekerja dan bahagia. Sehingga setelah ku pikirkan kembali jawabannya adalah bahagia setelah mendapatkan upah yang setimpal lalu ciptakan suasan bekerja selalu dalam kebahagiaan, pun dengan keterbatasan yang ada jangan menjadikannya suatu hambatan shg tidak bahagia, namun rubahlah energi tersebut menjadi tantangan, karena dengan tantangan anda akan mengalami proses kebahagian yang sempurna dan abadi. Tulisan ini untuk pribadiku semata karena aku merasa sekarang masih besar prsentase hambatan ketimbang tantangan akibatnya suasana hati menurunkan kreatifitasku dalam bekerja. Untuk itu, aku mendapatkan pelajaran berharga bahwa kebahagiaan itu harus kita ciptakan dengan merubah hambatan menjadi tantangan dalam bekrja. Selamat bekerja untuk mendapat kebahagiaan sempuran dan abadi.